Ready Stock Atau Pre Order, Mana Yang lebih Menguntungkan?

Dalam dunia bisnis khususnya bisnis online, sistem pre-order dan stock adalah dua cara yang sering digunakan oleh retailer. Pre-order adalah saat pelanggan memesan produk sebelum diproduksi atau terjual habis. Ready in stock adalah saat produk tersedia dan siap dikirim setelah pembelian. Tapi mana yang lebih menguntungkan bagi pengecer? Pada artikel ini, kami membahas secara rinci pro dan kontra dari setiap sistem dan bagaimana pengecer (reseller) dapat memilih sistem yang tepat untuk bisnis mereka. 

Di era digital ini, perkembangan bisnis semakin pesat. Ekspansi bisnis juga mulai merambah platform online. Dapat dikatakan bahwa pertumbuhan bisnis online yang pesat menawarkan peluang yang menjanjikan. Apalagi jenis usaha ini bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil.

Anda mungkin sudah familiar dengan dua jenis sistem umum dalam bisnis online, yaitu sistem PO (pre-order) dan sistem stock-in-stock. Yuk, pelajari lebih lanjut sistem perdagangan pre-order dan ready stock serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing! 

Sistem perdagangan pre-order vs. Pesanan siap, mana yang paling menguntungkan?

Sebelum menyelami lebih dalam pembahasan mengenai pro dan kontra dari kedua sistem trading ini, ada baiknya Anda memahami perbedaan antara model trading online dengan sistem pre-order dan stock. 

Sistem perdagangan pre-order

Secara umum, pre-order adalah sistem pembelian produk oleh penjual sebelum stok sebenarnya tersedia.

Ciri pre-order adalah penjual tidak melakukan pre-stock barang. Pelanggan harus memesan dan membayar terlebih dahulu, kemudian penjual akan memesan dari pemasok atau produsen sesuai dengan pesanan pelanggan.

Biasanya setelah pembayaran, pelanggan akan diminta menunggu 2-3 minggu hingga barang tersedia. 

Sistem Perdagangan Barang Siap 

Berbeda dengan bisnis online yang menggunakan sistem pre-order, model bisnis convenience store mengharuskan penjual untuk menyetok barang sebelum melakukan open order.

Rencananya customer akan memesan produk sesuai gudang seller. Setelah itu, pelanggan membayar pesanan dan penjual segera mengirimkan barang pesanan ke alamat tujuan pelanggan. Proses pembelian tentunya lebih cepat dan mudah karena pelanggan tidak perlu menunggu lama barang tiba. 

Keuntungan dan kerugian dari sistem pre-order

Berbicara tentang bisnis apapun, baik online maupun offline, pasti membutuhkan modal. Jadi jika Anda memiliki modal terbatas, bagaimana Anda bisa memulai bisnis?

Solusi operasional modal kecil adalah dengan menerapkan sistem pre-order (PO) untuk bisnis Anda. Modal kecil adalah salah satu keunggulan bisnis sistem pre-order. Simak pembahasan lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan sistem pre-order di bawah ini! 

keuntungan pre-order

Selain modal rendah, perjanjian pre-order juga menawarkan keuntungan lain, seperti B. Penjualan terjamin, kualitas inventaris terjamin, dan dapat menghasilkan hype yang mengarah pada penjualan produk Anda.

Penjualan dan keuntungan terjamin

Pada sistem pemesanan ini Anda dapat melihat gambaran jumlah produk yang akan diproduksi. Oleh karena itu, pendapatan dan penjualan Anda dijamin.

Anda juga tidak perlu mengeluarkan modal terlalu banyak karena pelanggan membayar produk terlebih dahulu, sehingga pembayaran ke pemasok juga lebih rendah.

Keamanan Menjaga kualitas barang yang disimpan

Sistem pre-order memungkinkan Anda untuk mengetahui jumlah permintaan yang masuk untuk memperkirakan tingkat stok. Menggunakan sistem perdagangan PO juga mengurangi kelebihan persediaan dan meminimalkan kerugian.

Kerugian pre-order
Meski sistem pre-order menawarkan beberapa kelebihan, namun tentu tidak lepas dari kekurangan atau kelemahan. Inilah 3 Kelemahan Bisnis Sistem Pre-Order!

Pelanggan dibuat menunggu terlalu lama untuk barang sebelum mereka mulai kehilangan minat

Kerugian dari pre-order adalah saat pelanggan menerima produk, ketika pelanggan tidak berminat untuk membeli produk tersebut. Terkadang pelanggan lebih memilih produk stok daripada produk yang dipesan sebelumnya.

solusi, Anda harus memberi tahu pelanggan dengan jelas tentang kemungkinan ketersediaan barang. Dengan cara ini pelanggan tidak terjebak menunggu barang yang tidak aman. 

Pemasok atau produsen terlambat

Bagaimana jika Anda membuat pernyataan tentang kemungkinan ketersediaan produk, tetapi pemasok terlambat mengirimkan barang? Inilah kelemahan dari sistem pre-order yang kedua.

Jika Anda memproduksi barang sendiri, Anda dapat terhindar dari masalah keterlambatan ketersediaan barang. Namun, jika barang diproduksi oleh pihak lain dan mereka terlambat mengirimkan barang, ini adalah masalah serius.

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menghindari kesalahan tersebut adalah memastikan bahwa produsen atau pemasok dapat memenuhi pesanan pelanggan tepat waktu sehingga pelanggan juga dapat mempercayai perusahaan Anda. 

Citra perusahaan dapat diserang dengan strategi yang salah

Strategi pre-order juga harus dijalankan dengan baik agar citra perusahaan Anda memiliki nilai lebih di mata pelanggan. Kami menyarankan Anda sebagai penjual untuk mengirimkan barang sesuai dengan kualitas barang yang diiklankan. Alhasil, pelanggan percaya dengan produk yang Anda jual.  

Keuntungan dan kerugian dari sistem Ready Stock

Jika Anda memiliki lebih banyak modal dan tidak ingin repot dengan pemasok yang terus-menerus terlambat mengirim, model bisnis stock-in-stock adalah cara yang tepat! Nah disini kami uraikan kelebihan dan kekurangan sistem trading ready stock khusus untuk anda yang ingin memulai trading ready stock.  

Manfaat bisnis barang jadi

Proses transaksi pembelian dapat diselesaikan dengan cepat sehingga produk dapat segera dikirim dan produk sampai ke pembeli dengan cepat untuk meminimalisir barang atau produk cacat atau rusak. Pembeli tidak perlu menunggu terlalu lama untuk barang tiba.

Tingkat kepercayaan pelanggan terhadap penjual akan meningkat ketika proses transaksi dilakukan lebih singkat dan cepat. Pelanggan tidak perlu menunggu barang tiba. 

Kelemahan perdagangan ready stock
Persyaratan modal yang jauh lebih tinggi untuk:


1. lakukan setoran pertama,
2. Sewa tempat untuk menyimpan barang. Jangan menghemat tempat karena penjual harus menyediakan tempat khusus untuk menyimpan persediaan.
3. Inventarisasi berkala harus dilakukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas barang yang dijual. 



Chat Whatsapp Chat Whatsapp